Sabtu, 22 Agustus 2015

Pantai Sundak Gunungkidul, Sunrise dan Pesona Alami yang Mengagumkan

Satu lagi wisata pantai yang menawarkan keindahan laut serta pesona alam yang begitu eksotis, yaitu Pantai Sundak Gunungkidul. Salah satu aset wisata Gunungkidul yang ramai dikunjungi ini menyimpan satu kisah menarik yang mungkin belum diketahui banyak kalangan penikmat perjalanan.

Sekitar 70 kilometer arah tenggara Yogyakarta, Pantai Sundak Gunungkidul telah menanti dengan karakter alam yang unik. Sejauh mata memandang, gulungan ombak besar tetap mendominasi sebagai ciri khas pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Namun dibalik itu ada legenda tentang asal muasal nama Pantai Sundak yang hingga saat ini mitos tersebut tetap melekat kuat dan menjadi cerita turun temurun masyarakat setempat.

Tak hanya pesona keindahan laut yang menarik, Pantai Sundak Gunungkidul sebenarnya berpotensi menjadi destinasi kuliner bahari yang menarik sebagaimana Pantai Baron Gunungkidul. Sejumlah warung makan dekat pantai menyuguhkan Anda menu makanan khas laut. Beberapa hidangan tersaji dengan citarasa tinggi dan mengggugah selera.


Legenda Pantai Sundak Gunungkidul


Pantai Sundak Gunungkidul memang tidak begitu luas, apalagi jika dibandingkan dengan sekitar 15 pantai lain yang membentang di sepanjang pesisir pantai Gunungkidul.

Namun pesona alam dan keindahannya, terutama saat matahari terbit sanggup mengundang decak kagum bagi siapa saja yang menyaksikannya. Pada bagian sisi kanan dan kiri pantai terdapat batu karang besar dan kokok yang sekaligus menjadi pembatas Pantai Sundak dengan pantai lainnya.
Matahari terbit di Pantai Sundak Gunungkidul


Pada salah satu sisi pantai ini, Anda dapat melihat goa yang memiliki mata air tawar di dalamnya.

Goa ini dahulu kala konon dihuni oleh seekor anjing dan landak. Karena kelaparan, kedua binatang tersebut akhirnya berkelahi. Tak berselang lama, sang pemilik anjing yang menyadari binatang peliharaannya hilang segera mencari ke dalam goa tersebut. Bersamaan dengan itu, anjing keluar dari goa sambil menggigit bagian tubuh landak yang terluka parah.

Merasa penasaran dengan apa yang ada di dalam goa, pemilik anjing tersebut langsung masuk ke dalam. Tak disangka di sana dia menemukan mata air tawar yang jernih yang hingga saat ini mata air tawar tersebut masih digunakan oleh masayarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari kisah perkelahian antara anjing dan landak tersebut, kemudian pantai ini akhirnya disebut Pantai Sundak. “SU” merupakan kependekan dari asu (sebutan anjing dalam bahasa Jawa), “NDAK” adalah kependekan dari landak.

0 komentar:

Poskan Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com